Contoh Percakapan Tema Pendidikan Antara 2 Orang dalam Drama

Contoh Percakapan Tema Pendidikan Antara 2 Orang tugas dari sekolah yaitu membuat drama dan mempraktekannya. Disini aku berkelompok menjadi 4 orang dan temanya pendidikan. Tapi, maaf kalau jelek,,maklum lah yang buat anak SMP dan yang penting bukan penulis yang handal. Langsung baca di bawah ya..CHEKIDOT.

Drama

Tema   : Pendidikan

Tokoh  : 1. Farah

  1.    Andre
  2.    Lala
  3.    Sule

Babak 1

Lala, Farah, Sule, dan Andre mendapat tugas kelompok yaitu membuat drama. Mereka berencana belajar kelompok di rumah Farah. Lala dan Farah menghampiri meja Sule dan Andre.Mereka mengajak Sule dan Andre untuk mengerjakan tugas kelompok.

          Farah     : Eh.. Lala tugasnya gimana?

          Lala        : Kita tanya aja ke Sule dan Andre.

          Farah     : Ya udah yuk. (Menghampiri Sule dan Andre.)

          Lala        : Ndre, nanti pulang sekolah kita kerja kelompok yuk.

          Andre     : Dimana?

          Lala        : Di rumahmu boleh gak, Farah?

          Farah     : Gak papa tapi jangan sore-sore, pulang sekolah langsung berangkat aja ya.

          Sule        : Kalau pulang sekolah aku gak bisa.

          Andre     : Kenapa? Ada acara?

          Sule        : Ada, acara keluarga.

          Farah     : Ya udah kalau Sule ada acara, kita kerja kelompoknya bertiga aja.

          Andre     : OK, tapi nanti aku nyusul ya.. soalnya aku mau pulang dulu.

          Lala        : Ya nanti ditunggu langsung di rumah Farah.

Saat pulang sekolah pun tiba, Farah dan Lala langsung menuju rumah Farah.

          Farah     : Ndre, kita duluan ya.. Nanti jangan lama-lama.

          Andre     : Beres.

Akhirnya Lala dan Farah sampai di rumah Farah. Mereka mempersiapkan alat & bahan sambil bercakap-cakap.

Lala        : Tema drama kita apa?

Farah     : Tentang pendidikan aja.

Lala        : Ya udah kita lanjutin nanti aja. Kok Andre belum datang ya?

Farah     : Pasti sebentar lagi juga datang kok.

Saat Andre akan menyusul Lala dan Farah, ia melihat Sule sedang bfarahin PS. Ia pun datang ke rumah Farah dengan terburu-buru.

          Andre     : Lala, Farah tahu gak barusan aku lihat sule lagi main PS. (terengah-engah)

          Lala        : Beneran.

          Andre     : Bener, tadi waktu aku mau nyusul kesini aku lihat dia lagi main PS.

          Farah     : Dia itu katanya ada acara keluarga, ehh.. tahu-tahu main PS. (kesal)

          Lala        : Wah.. parah tu si Sule, lihat aja besok. (marah)

          Andre     : Tapi kita jadi belajar kelompok sekarang gak?

          Lala        :Ahh.. malas udah gak mood.

   Andre     : Ya udah aku pulang dulu.

          Lala        : Aku juga mau pulang. Bye.

   Babak 2

Keesokan harinya, saat Sule berangkat sekolah, Lala & Farah langsung menghampiri dan memarahi Sule.

Lala        : Sule, kenapa kamu kemarin tidak ikut belajar? (marah)

          Sule        : Kan aku kemarin udah bilang, Aku ada acara keluarga.

          Farah     : Acara keluarga apaan, kamu main PS kan? (wajah marah & kesal)

          Sule        : Kata siapa?

          Farah     : Kemarin Andre yang bilang sama kita, dia lihat kamu lagi main PS. (marah)

          Sule        : Nggak, aku gak main PS. Mungkin Andre salah lihat. (gugup)

          Lala        : Ahh.. BELGEDES.. kamu. (marah)

          Sule        : Kamu gak usah ikut campur urusan aku. Suka-suka aku donk, mau main PS lah ya terserah aku.

            Andre pun datang dan langsung menyambung pembicaraan.

          Andre     : Ehh.. Ada apa ini kok rebut-ribut?

          Sule        : Pagi-pagi, baru datang malah langsung dimarahin. Siapa yang gak marah??

          Andre     : Memangnya masalah apa?

          Sule        : Mereka berdua marah sama aku karena aku main PS kemarin.

          Andre     : Ohh.. masalah itu, memang kamu yang salah kan.

          Sule        : Lah kok jadi aku yang salah, aku kan cuma main PS. Pasti gak ganggu mereka kan?

          Farah     : Kamu gak nyadar, kemarin kamu bilang ada acara keluarga.

          Sule        : Kalau aku bohong memangnya kenapa?

          Lala        : Ya gak boleh kita kan ada tugas, kamu bohong biar gak ikut kerja. Tapi kelompok itu kan butuh kerja tim.

          Sule        : Kamu benar juga La.. Sebuah kelompok memang perlu kerja tim. Itu sebabnya dinamakan kerja kalompok. Aku menyesal teman-teman, aku minta maaf ya…

          Andre     : Akhirnya, kamu mengerti juga. Kalau seperti ini jadi pada damai kan?

          Farah     : Tentu saja.

          Sule        : Terima kasih teman-teman.

          Andre, Lala, & Farah     : Sama-sama.

          Lala        : Tapi nasib drama kita bagaimana?

          Farah     : Tenang, kalau kita sudah damai, kita akan mudah menuntaskan drama kita.

Pesan     : Nah.. teman-teman dari kisah tadi, kita bisa memetik pelajaran seperti jangan menunda pakerjaan, kompak, mengakui kesalahan & langsung meminta maaf, serta tidak bohong.

Percakapan Bahasa Indonesia 4 Orang Tentang Lingkungan

Suatu ketika Rani dan Susi sedang asyik mengobrol sambil makan bersama di kantin sekolah pada saat jam istirahat. Tiba-tiba mereka melihat Roni dan Udin yang secara sengaja mebuang sampah makanan mereka di sungai kecil yang jaraknya hanya 5 meter dekat kantin sekolah. Lalu terjadilah percakapan berikut!

Rani : Hei, sedang apa kalian? (seraya bergegas mendekati Roni dan Udin)
Susi : (mengikuti Rani)
Udin : Eh…, Rani, Susi.Kalian mau ikut makan bersama kami di sini? Enak loh suasananya, makan di pinggiran sungai kecil memang mengasyikkan.
Roni : Iya nih, makanan kami jadi terasa lebih nikmat jika di santap dengan suasana yang berbeda. Kalian mau bergabung?
Rani: Bukan itu yang sedang ingin aku tanyakan. Kalian kenapa kok dengan santainya membuang sampah sisa makanan kalian di sungai ini? Kalian sadar dengan apa yang kalian lakukan?
Susi : Iya, kalian sadar tidak? yang kalian lakukan ini dapat merusak lingkungan dan dapat menimbulkan bencana yang besar?
Roni : Oh… barusan ya? Hmm ya kami membuang sampahkertas nasi dan bungkus snack kami di sungai ini. Memangnya kenapa? Apa ada yang salah?
Susi : Ya tentu saja salah, sungai bukanlah tempat untuk membuang sampah. Bukannya sudah ada tong pembuangan sampah ya? Kenapa kamu tidak membuangnya di situ?
Udin: Hmmm bagaimana ya Sus? Kami tahu kalau membuang samapah di sini itu dilarang. Tapi bukannya hal tersebut biasa dilakukan oleh banyak orang ya? Jadi kami tidak sepenuhnya salah kan?
Susi : Ya tentu saja perbuatan kalian itu salah. Saat ini sungai sangat bersih dan jernih, tapi lama-kelamaan kalau dikotori dengan sampah terus menerus kan jadinya kotor.
Roni : Hei, ayolah… kami hanya membuang sedikit sampah dari sisa makanan kami. Selain itu kami juga bukan satu-satunya orang yang membuang sampah di sungai. Jangan terlalu menyalahkan kami begiti dong!
Udin : Benar itu, kamu lihat tong sampah itu!jauh dari tempat kami makan. Sangat tidak praktis kalau kami harus berjalan jauh hanya untuk membuang sampah.
Rani : Din, Ron, tetap saja perbuatan kalian tidak bisa dibenarkan. Walaupun bukan kalian satu-satunya yang membuang sampah di sungai. Setidaknya mulai dari diri sendiri, buanglah sampah pada tempatnya. Jangan di sungai!
Susi : Benar itu, kalaupun tempat sampahnya jauh. Bawa dulu lah sampah bekas makanan kalian. Lihatlah kami,kami masih memegan sampah sisa makanan kami ini di tangan. Kami bersabar untuk tidakmembuang sampah ini sembarangan. Kami akan membuangnya di tempat sampah itu.
Roni dan Udin : (garuk-garuk kepala terdiam berpikir sambil mendengarkan Susi dan Rani berbicara)
Rani : Kalian tahu tidak akibat dari perbuatan kalian ini?
Roni dan Udin : (menggeleng)
Susi : Perbuatan kalian ini dapat menimbulkan bencana alam besar yaitu banjir dan halyang sudah tentu adalah kalian telah merusak lingkungan dengan melakukan hal tersebut.
Roni : Yang benar Sus? Sampai sejauh itu kah?
Susi : ya jelas, jika sampah yang kalian buang tadi menyumbat aliran sungai sehingga alirannya akan terganggu ya tentu saja air tersebut akan meluap dan membanjiri kita. Terlebih lagi saat ini sedang musim hujan kan? Sangat potensial untuk terjadi banjir. Kamu sudah sadar?
Rani : Benar itu. Bayangkan jika ada 10 orang saja seperti kalian yang mebuang sampah disungai dengan asumsi satu orang membuang sampahnya 1kg/hari. Maka ada10 kg sampah yang dibuang di sungai setiap harinya. Kalian bisa bayangkan itu?
Roni :maafkan kami sus, ran. Kami tidak akan membuang sampah di sungai lagi. Mulai sekarang kami akan membuangnya di tempat sampah yang telah disediakan. Iya kan Din?
Udin : Iya, percayalah. Kami akan mengubah kebiasaan buruk kami.
Susi : Baiklah,aku percaya. Mulai sekarang jangan buang sampah sembarangan lagi ya!
Rani : Mari sama-sama kita jaga lingkungan sehat kita dan jangan membuang sampah sembarangan!