Contoh Silogisme Entimen, Rumus dan Penjelasan Terlengkap

Contoh Silogisme Entimen, Rumus dan Penjelasan Terlengkap kali ini kita bahasa dari pengertianya dulu, apa sih makna dan arti dari silogisme itu ? Silogisme dalam bahasa indonesia merupakan sebuah pola berpikir yang meliputi satu atau lebih dari premis yang sudah dibuat terlebih dahulu. Adapun ciri khas dari silogisme ini di lihat dari strukturnya dimana akan terdiri dari sebuah pernyataan kemudian akan di tarik satu kesimpulan berdasarkan logika.

Kalimat silogisme ini akan biasa anda temukan dalam sebuah paragraf yang isinya berupa pendapat, atau argumen seseorang atau siapa saja terhadap sebuah isu atau masalah. Sedangkan yang dimkasud dengan entimen adalah kebalikan dari silogisme tidak menyebutkan susunan premis-premis umum terlebih dahulu, memiliki struktur berupa langsungsung menarik kesimpulan dengan diikuti premis premis khusus yang berfungsi sebagai premis penjelas atau penyebab. Karena faktor inilah logisme sering kali disebut dengan entimen.

Ok kali ini akan kami kupas satu persatu mengenai jenis silogisme, kemudian rumusnya sampai dengan contoh satu persatu mulai dari silogisme golongan, negatif dll.

Silogisme Golongan

Rumus Silogisme Golongan
PU: A = B
PK: C = A
K : C = B

Contoh silogisme golongan:
PU: Semua anak Pak Rahmat adalah perempuan.
PK: Rizki adalah anak Pak Rahmat.
K : Rizki adalah perempuan.

PU: Semua pengendara motor harus memakai helm.
PK: Randi adalah pengendara motor.
K : Randi harus memakai helm.

PU: Semua yang melanggar peraturan harus dihukum.
PK: Adi melanggar peraturan.
K : Adi harus dihukum.

PU: Seluruh murid kelas XI SMA Nusa Bangsa harus mengikuti study tour.
PK: Priyadi adalah murid kelas XI SMA Nusa Bangsa.
K : Priyadi harus mengikuti study tour.

PU: Setiap murid SMA Tunas Bangsa yang membolos harus diberi hukuman.
PK: Budi adalah murid SMA Tunas Bangsa yang membolos.
K : Budi harus diberi hukuman.

PU: Semua pohon membutuhkan air.
PK: Beringin adalah pohon.
K : Beringin membutuhkan air.

PU: Semua mahasiswa baru UGD harus mengikuti OSPEK.
PK: Rita adalah mahasiswa baru UGD.
K : Rita harus mengikuti OSPEK.

PU: Setiap TKI harus memiliki paspor.
PK: Jarwo adalah TKI.
K : Jarwo harus memiliki paspor.

PU: Semua warga yang ingin membuat e-KTP harus datang ke kantor kecamatan.
PK: Rio adalah warga yang ingin membuat e-KTP.
K : Rio harus datang ke kantor kecamatan.

PU: Semua profesor adalah orang pandai.
PK: Joni adalah profesor.
K : Joni adalah orang pandai.

Contoh Silogisme Negatif

PU: Semua pejabat tidak boleh korupsi.
PK: Anjar adalah pejabat.
K : Anjar tidak boleh korupsi.

PU: Semua siswa SMP Tunas Bakti tidak boleh bolos sekolah.
PK: Yanto adalah siswa SMP Tunas Bakti.
K : Yanto tidak boleh bolos sekolah.

PU: Setiap anak orang miskin tidak perlu membayar biaya sekolah.
PK: Anto adalah anak orang miskin.
K : Anto tidak perlu membayar biaya sekolah.

PU: Semua anggota keluarga Pak Rahmat tidak bisa berbahasa Inggris.
PK: Andi adalah anggota keluarga Pak Rahmat.
K : Andi tidak bisa berbahasa Inggris.

PU: Semua hewan langka tidak boleh diburu.
PK: Gajah adalah hewan langka.
K : Gajah tidak boleh diburu.

Contoh Silogisme yang Salah

PK: Guntur diterima di SMA Bakti Negara.
PK: Guntur adalah siswa yang baik.
K : Siswa yang baik diterima di SMA Bakti Negara.

PK: A adalah anak orang kaya.
PK: A anak yang sombong.
K : Anak yang sombong adalah anak orang kaya.

PU: Semua murid SMK Nusa Jaya jurusan keperawatan adalah perempuan.
PK: Wati adalah perempuan.
K : Wati adalah murid SMA Nusa Jaya jurusan keperawatan.

PU: Semua anggota keluarga Pak Rudi berprofesi sebagai guru.
PK: Trio berprofesi sebagai guru.
K : Trio adalah anggota keluarga Pak Rudi.

PU: Semua siswa SD tidak mempunyai KTP.
PK: Ari bukan siswa SD.
K : Ari mempunyai KTP.

PU: Semua karyawan PT Kilau Permata tidak libur saat hari Minggu.
PK: Dion tidak libur di hari Minggu.
K : Dion adalah karyawan PT Kilau Permata.

PU: Tidak semua siswa SMP Harapan Bangsa lulus UN.
PK: Sari tidak lulus UN.
K : Sari adalah siswa SMP Harapan Bangsa.

PU: Tidak semua siswa SMA Sinar Harapan suka bakso.
PK: Akbar suka bakso.
K : Akbar adalah siswa SMA Sinar Harapan.

Entimem

Rumus Entimem
C = B, karena C = A

PU: Semua anggota DPR sedang melakukan rapat.
PK: Yanuar adalah anggota DPR.
K : Yanuar sedang melakukan rapat.

Entimem: Yanuar sedang melakukan rapat, karena ia anggota DPR.

PU: Setiap warga negara Indonesia berhak menyampaikan pendapat.
PK: Andika adalah warga negara Indonesia.
K : Andika berhak menyampaikan pendapat.

Entimem: Andika berhak menyampaikan pendapat, karena ia adalah warga negara Indonesia.

PU: Setiap siswa SMA Kelapa Muda harus bisa berbahasa Inggris.
PK: Toni adalah siswa SMA Kelapa Muda.
K : Toni harus bisa berbahasa Inggris.

Contoh Silogisme dan Entimen


rumus silogisme beserta contohnya
contoh silogisme dan entimen

Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang contoh kalimat silogisme dan entimen lengkap beserta dengan bentuk dan strukturnya. Langsung saja simaklah kumpulan contoh dibawah ini.

Bentuk Silogisme

Umumnya silogisme terdiri dari 2 premis atau lebih dan memiliki sebuah kesimpulan umum. Kedua premis tersebut disebut dengan premis khusus (PK) dan premis umum (PU).

Struktur Silogisme
Premis umum (PU): Berupa sebuah pernyataan tentang kumpulan atau kelompok tertentu dan memiliki sifat, watak, atau ciri-ciri tertentu.
Premis khusus (PK): Berupa sebuah pernyataan tentang suatu anggota dari kelompok tersebut.
Kesimpulan: Sebuah pernyataan yang menyimpulkan bahwa satu anggota dari kelompok tersebut memiliki sifat atau ciri-ciri tertentu berdasarkan pernyataan dari premis umum dan premis khusus.

Contoh Silogisme
Contoh silogisme dalam bentuk kalimat
PU: Semua sarjana adalah pandai
PK: Mahmud adalah seorang sarjana
K: Maka mahmud pandai.

Contoh Paragraf silogisme

Semua sarjana di dunia ini tentunya sangat pandai. Kepintaran yang mereka miliki sudah tidak perlu diragukan lagii karena hal ini sudah mereka buktikan dengan gelar strata 1. Sementara itu, Mahmud adalah seorang sarjana S.kom. Maka dapat disimpulkan bahwa mahmud adalah seorang yang pandai sekali.

Contoh kalimat silogisme
PU: Reptil berkembang biak dengan cara bertelur.
PK: Ular adalah hewan reptil.
K: Ular berkembang biak dengan cara bertelut.

Contoh Paragraf silogisme
Reptil berkembang biak dengan cara bertelur. Hal ini dikarenakan hewan bersisik ini (repti) tidak memiliki kelenjar susu, berbeda dengan hewan mamalia. Ular adalah hewan bersisik  yang tentunya dapat dikategorikan kedalam hewan reptil. Jadi dapat disimpulkan bahwa ular berkembang biak dengan cara bertelur.

Silogisme kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang memiliki premis mayor baerupa kategori dan premis ini menjadi predikat.
Contoh #1:
PU: Semua yang hidup membutuhkan makanan.
PK: Hewan dapat bernafas dan dapat berkembang biak.
K: Hewan memerlukan makanan,

Contoh paragraf:
Semua makhuk yang hidup di dunia ini membutuhkan makanan dan minuman untuk bertahan hidup. Hewan adalah makhluk yang bernafas dan dapat berkembang biak, artinya hewan memiliki ciri-ciri sebagai makhluk hidup. Jadi dapat disimpulkan bahwa hewan memerupakan makanan dan minuman karena salah satu dari makhluk hidup.

Contoh #2:
PU: Seluruh siswa kelas 11 SMK N 1 Solo mengikuti kunjungan industri ke pulau bali.
PK: Ima seorang siswi SMK N 1 Solo.
K: Ima mengikuti kunjungan industri ke pulau bali.

Contoh paragraf
Pada tahun ini, seluruh siswa siswi kelas 11 SMK N 1 Solo akan melaksanakan sebuah kunjungan industri ke pulau bali yang meliputi kota kuta dan sanur sebagai destinasi utama. Ima merupakan siswi yang duduk di bangku kelas 11 SMK N 1 Solo jurusan akutansi. Jadi ima akan mengikuti kunjungan industri ke pulau bali.

Silogisem Hipotetik
silogisme ini memiliki ciri-ciri yakni premis mayor berupa sebuah argumentasi atau pendapat.
Contoh #1:
PU : Kalau besok turun hujan saya tidak akan datang.
PK : Hari ini turun hujan.
K : Hari ini turun hujan, dan saya tidak akan datang.

Contoh paragraf
Saya telah membuat janji, kalau besok turun hujan maka saya tidak akan datang kerumahnya. Sedangkan hari ini turun hujan sangat lebat, bahkan langitpun masih menghitam karena mendung. Maka dari itu mulai hari ini karena hujan lebat saya tidak bisa menepati janji saya untuk datang kerumahnya

Contoh #2:
PU: Aku akan membeli sebuah mobil baru kalau nanti aku punya uang.
PK: Aku punya banyak uang.
K: Aku membeli sebuah mobil baru.

Contoh paragraf
Sudah lama sekali aku bermimpi untukmembeli sebuah mobil baru jika memiliki banyak uang. Dan kebetulan bulan ini aku mendapatkan gaji tambahan beserta bonus dari bosku yang artinya aku memiliki banyak uang. Maka dari itu hari ini aku membeli mobil bari ini.

Silogisme alternative
Silogisme ini memiliki ciri-ciri premis mayor sebagai sebuah pilihan.
Contoh:
PU: Benny bersekolah di smk atau di smp.
PK: Benny bersekolah di smk.
K: Benny tidak bersekolah di smp.

Karena banyak yang kebingungan membedakan jenjang sekolah benny antara bersekolah di Smk atau SMP maka benny membuat klarifikasi yakni ia ternyata bersekolah di jenjang SMK. Dengan kata lain benny tidak bersekolah di SMP.

Entimen
Contoh entimen:
PU : Anak yang taat dan sholeh akan selalu rajin dalam beribadah.
PK : Bayu adalah anak yang taat dan sholeh.
K : Bayu rajin dalam beribadah.
Entimen : Bayu taat dan rajin dalam beribadah karena ia adalah anak yang sholeh.

Ok sekian yang bisa kami  sajikan dalam artikel ini mengenai uraian lengkap terkait contoh silogisme dan jenis jenisnya dimana bisa sahabat pahami dan tentu saja di harapkan bisa menentukan mana yang termasuk silogisme dari masing masing bagian dalam sebuah kalimat karena ini biasanya akan masuk dalam sebuah soal.