200 Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Kumpulan Contoh Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur – kali ini kami sajikan lengkap beberapa dongeng yang bisa diceritakan kepada sang buah hati anda sebelum ia tidur di malam hari. Dimana memang anak anak sangat suka dengan dunia dongeng, usahakan dongenglah sebuah cerita yang baik dan memiliki nilai lebih terhadap perkembangan daya pikir buah hati anda ya. Nah langsung saja simak beberapa contoh dongeng anak dibawah ini.

Dalam kondisi apapun sebenarnya kita bisa menyampaikan kisah kisah pada sang anak, karena proses perkembangan anak di usia dini pada dasarnya mereka suka mendengar dan cepat dalam mencerna, Jadi dongeng terbaik bagi sang anak tidak lain adalah dongeng yang memiliki cerita dengan penanaman karakter yang mulia.

Dongeng merupakan kisah fiksi yang biasanya terdapat kejadian tidak masuk akal. Dalam suatu dongeng, biasanya ada nasihat yang bisa diambil. Oleh sebab itu, dongeng seringkali diceritakan kepada anak-anak. Selain, kisah yang menarik, ada makna yang terkandung dalam dongeng.

Adapun salah satu waktu yang digunakan untuk menceritakan dongeng adalah sebelum anak-anak tidur. Dari situ muncul kata-kata “dongeng sebelum tidur”. Dengan pengantar cerita yang menyenangkan, anak diharapkan bisa tidur. Berikut ini beberapa contoh cerita dongeng anak sebelum tidur.

Kumpulan Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Cerita Dongeng Anak Sebelum Tidur

Petani dan Telur Emas

Pada zaman dahulu hiduplah seorang petani yang tinggal di rumah kecil di tepi hutan. Suatu hari saat petani bekerja di sawah, ia pergi ke sungai untuk membersihkan cangkulnya. Ketika sampai di sungai, ia melihat angsa yang cantik. Petani itu akhirnya membawa angsa tersebut ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, petani itu langsung memberi makan angsa tadi. Ia juga membuatkan kandang untuk angsanya.

Sebulan kemudian, angsa itu bertelur. Betapa kagetnya ketika petani mengetahui kalau telur angsa tadi adalah emas.

“Angsaku bertelur emas. Hore…. Akhirnya aku bisa jadi orang kaya,” teriak si petani dengan senangnya.

Emas itu ia bawa ke kota untuk ia jual. Tak berapa lama akhirnya petani itu menjadi orang yang sangat kaya karena telur emas tadi. Saking kayanya, ia terlena dengan kekayaannya. Ia hamburkan hartanya untuk bembeli barang-barang yang tidak ia perlukan. Hingga suatu ketika ia tidak menyadari kalau hartanya tinggal sedikit, timbul pikiran untuk menyembelih angsanya.

“Kalau angsa ini cuma bertelur sehari sekali, pasti akan lama untuk mengumpulkan kekayaanku lagi. Aku sembelih saja angsa ini agar aku bisa mengeluarkan semua telurnya,” kata petani itu.

Setelah ia menyembelih angsanya, ia tidak menemukan satu pun telur emas di dalam tubuh angsa itu. Akhirnya petani itu menyesal telah menyembelih angsanya dan ia jatuh miskin.

Pesan dari cerita ini adalah jangan rakus dengan harta.

Dongeng Si Kancil dan Si Siput: Lomba Lari

Pada zaman dahulu di suatu hutan ada seekor kancil yang sombong. Ia menganggap dirinya sebagai hewan paling pintar dan cerdik di hutan itu.

“Hai dengarlah wahai para penghuni hutan. Aku adalah hewan paling pintar dan cerdik di hutan ini. Tidak ada hewan yang lebih pintar dan cerdik dariku,” kata kancil dengan angkuhnya.

Tiba-tiba ada seekor siput yang mendekati kancil.

“Hai kancil, aku dengan kamu berteriak-teriak sampai teriaknmu membuat aku terbangun,” kata siput kepada kancil.

“Eh ternyata ada siput. Aku tadi sedang memberitahukan kalau aku ini hewan paling pintar dan cerdik di sini,” kata kancil.

“Sombong sekali kamu,” kata siput.

“Memang benar adanya. Tidak ada yang bisa mengalahkan kepintaran dan kecerdikanku, bahkan kalau aku beri tantangan,” jelas kancil.

“Sekarang coba kamu tantang kamu,” kata siput.

“Tubuhmu saja kecil. Bagaimana bisa mengalahkanmu?” kata kancil dengan angkuh.

“Aku memang kecil, tapi aku bersedia menerima tantanganmu,” kata siput.

“Bagaimana kalau kita lomba lari? Masih bersedia menerima tantanganku?” tanya kancil.

“Baiklah, aku terima tantanganmu. Besok pagi aku akan menemuimu,” jawab siput.

Kancil yakin bahwa ia akan memenangkan lomba lari dengan siput. Sementara itu, siput sadar kalau ia akan kalah kalau lomba lari dengan kancil. Siput tak kehabisan akal dan merancang rencana untuk menghadapi tantangan kancil esok hari. Siput meminta bantuan kepada teman-temannya agar dirinya menang lomba lari melawan kancil. Siput menyuruh teman-temannya untuk berseumbunyi di sepanjang lintasan yang akan digunakan untuk lomba lari esok hari. Ia juga menyuruh agar teman-temannya mucul di depan kancil saat kancil berteriak.

Hari menjelang malam, para siput berjalan dan menempati tempat yang telah ditentukan. Sementara itu, kancil bersiap untuk mencari tempat tidur.

Pagi pun tiba, alunan kicauan burung yang merdu membangunkan si kancil. Ia teringat dengan lomba lari yang direncanakan kemarin dan segera menemui siput.

“Hai siput, apakah kamu sudah siap?” tanya kancil.

“Ya, aku sudah siap,” jawab kancil.

Satu… dua… tiga…, lomba pun dimulai. Kancil berlari sangat cepat meninggalkan siput.

“Kamu sudah sampai mana siput?” tanya kancil.

“Aku di depanmu sekarang,” jawab siput.

Kancil pun heran. Tanpa pikir panjang, ia langsung menambah kecepatnya. Berkali-kali ia bertanya siput sudah sampai di mana, kancil menjumpai siput ada di depannya. Sampai suatu ketika kancil tidak mendengar suara siput dan berpikir kalau ia sudah jauh dari siput.

Setelah berlari cukup jauh, kancil kelelahan. Pada saat itu, garis finish sudah dekat dengan si kancil. Ia sudah yakin kalau ia yang akan memenangkan pertandingan itu.

Betapa kagetnya si kancil ketika melihat siput yang sudah ada di garis finish.


“Akhirnya kamu sampai juga, aku sudah lama menunggumu di sini,” kata kancil.

Akhirnya si kancil mengakui kekalahan dan kesalahannya. Ia meminta maaf kepada siput karena telah meremehkan kecerdikannya. Ia juga berjanji untuk tidak sombong lagi.

PENGKHIANAT YANG KENA BATUNYA
Oleh : Haziah ANs

Pada perang salib, tentara Nasrani dipimpin oleh panglima Richard. Sedangkan tentara Islam dipimpin oleh Sultan Salahuddin Al Ayyubi.
Panglima Richard orang yang licik dan kejam. Suatu saat ia dan pasukannya menyerbu tentara Islam secara licik. Hingga banyak tentara Islam yang gugur. Dan tersisia 3 orang tentara Islam saja.
Ketiga orang tentara Islam tersebut terdiri dari seorang anak muda dan dua orang paruh baya.
Mereka lalu dibawa menghadap Richard. Richard mengancam akan membunuh mereka. Namun mereka tidak kelihatan gentar.
“Kalian bisa pilih mau dihukum dengan cara apa. Kalian ingin digantung, dipancung atau disalib!” seru panglima Richard.
Pertahanan kedua orang paruh baya mulai goyah. Mereka tampak gemetaran. Namun tidak untuk prajurit muda. Dia masih tampak tenang-tenang saja.
“Tetapi tenang saja. Kalian bisa saya bebaskan dan tetap hidup. Kalian akan mendapatkan kesenangan dan kekayaan,” kata panglima Richard.
“Namun dengan syarat… kalian harus masuk agama kami, nasrani dan menjadi mata-mata tentara kami,” lanjut panglima Richard dengan liciknya.
Panglima Richard berjalan menuju anak muda yang masih tampak tenang.
“Nah bagaimana dengan kamu anak muda? Apa pilihanmu?” tanya panglima Richard.
Pemuda itu hanya bisa menatap panglima Richard, karena kedua tangannya dibelenggu. Namun tiba-tiba keluar sebuah pekikan dari mulut pemuda tersebut….
“ALLAHU AKBAR !” teriak pemuda itu lantang dihadapan panglima Richard.
Panglima Richard berang. Ia marah sekali. Dipanggilnya algojo. Para algojo menyeret pemuda itu. Mereka memasukkan pemuda itu ke dalam sebuah tong. Di dinding tong tersebut telah diberi paku-paku yang banyak. Laluuu…. Tong tersebut dibarangkan. Daaannn…. Tong tersebut digulingkan hingga menggelinding ke bawah bukit.
Kedua temannya yang paruh baya terperanjat melihat peristiwa itu. Dan ketika tong yang sudah sampai di bawah bukit dibuka. Tubuh pemuda itu penuh dengan luka. Ia pun syahid.
“Lihaaattt! Bagaimana nasib teman kalian itu?” kata panglima Richard pada dua prajurit Islam yang tersisa.
“Apa kamu ingin selamat dan hidup mulia?” tanya panglima Richard pada seseorang yang tampak lebih tua dari keduanya.
Dengan tenang dan tegas tentara Islam itu menjawab, “Ya, saya ingin hidup mulia.”
“Baguuusss!” seru panglima Richard senang. Ia yakin tentara itu akan menuruti kata-katanya dan mau menjadi mata-mata tentaranya.
“Jadiii… kamu mau mengikuti semua kata-kataku? Kamu mau jadi mata-mata tentara kami, ya kan?” tanya panglima Richard.
“Tidak!” jawab tentara itu tenang.
“Saya ingin hidup mulia disisi Allah SWT. ALLAHU AKBAR!” seru tentara itu lantang.
Betapaaaa murkanya panglima Richard. Ia marah-marah dan terus mengancam tentara itu. Tetapi sebelum melakukan hukumannya, ia menuju kepada tentara Islam yang satunya lagi.
“BAGAIMANA DENGANMU?” tanya panglima Richard lantang.
Tentara Islam ini masih gemetaran. Ia ketakutan sekali.
“Saya ingin selamat dan mengabdi kepada tuan,” katanya.
Panglima Richard senang sekali. Akhirnya ada juga yang mau ikut perintahnya.
“Pengawal!” panggil panglima Richard.
“Ajak dia untuk bersenang-senang dan menikmati kekayaannya,” perintah panglima Richard.
“Tetapi tuankuuu…” kata panglima itu ragu-ragu.
“Ada apa?” tanya panglima Richard.
“Apakah anda yakin bahwa dia akan setia pada tuan? Sebaiknya kita test dulu saja,” kata panglima itu.
Panglima Richard setuju. Ia memberikan sebilah pedang kepada tentara pengkhianat itu dan berkata, “Buktikan kesetiaanmu dengan membunuh temanmu sendiri!”
Tanpa ragu-ragu tentara itu menghunuskan pedangnya beberapa kali ke tubuh temannya. Temannya pun syahid dalam keimanannya kepada Allah SWT.
Panglima Richard tersenyum senang. Ia yakin tentara itu akan setia padanya.
Namun tiba-tiba….
Pengawal itu membisikkan sesuatu pada panglima Richard.
“Tuan yakin kalau dia akan setia? Lihat saja temannya saja dia bunuh. Bagaimana dengan orang lain? Bagaima
na kalau nanti dia tiba-tiba berkhiatan dan membuka rahasia markas tentara kita? Berhati-hatilah tuanku!” bisik pengawal itu.
Panglima Richard jadi ragu lagi.
“Ampun tuanku, saya… saya… tetap akan setia. Percayalah!” Rupanya tentara itu mendengar kata-kata pengawal Richard.
Namun Richard lebih percaya pada pengawalnya.
Maka…
Digiringlah tentara itu ke dalam kandang singa yang kelaparan. Tentara itu mati dengan sangat mengenaskan dan tidak beriman kepada Allah SWT.*
:bee::shell::bee::shell::bee::shell::bee:

TENGGELAMNYA KEKAYAAN QORUN
Oleh : Haziah ANs

Pernah dengan kata harta karun kan? Nah itu semua terinpirasi dari kekayaan Qorun yang ada di perut bumi. Koq bisa yaaa?
Jadi, Qorun itu memang ditakdirkan oleh Allah SWT memiliki kekayaan yang berlimpah ruah. Kekayaan itu membuat Qorum hidup tak pernah kekurangan, hidup senang, pokoknya bergelimangan harta. Padahal… kekayaan itu adalah ujian buat Qorun dari Allah SWT. Apakah kekayaan itu bisa membuat Qorun tetap beriman kepada-NYA? Jika Qorun memiliki kekayaan berlimpah dan tetap beriman kepada Allah SWT, maka Qorun termasuk orang yang beruntung.
Tetapi….
Sayangnya Qorun tidak demikian. Qorun merasa harta kekayaan itu adalah hasil dari kerja kerasnya. Ia sama sekali lupa, kalau yang menitipkan harta kekayaan itu adalah Allah SWT.
Maka…
Jadilah Qorun yang hidup di zaman Nabi Musa As ini sangat kikir. Ia tidak mau mengeluarkan zakat. Juga tidak mau menolong orang lain. Kerjaannya mengumpulkan harta dan berfoya-foya. Rumahnya besaaaar dan mewah. Di dalam rumahnya itulah ia menumpuk harta kekayaannya.
Dengan sombongnya Qorun berkata, ”Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.” Perkataan Qorun tersebut diabadikan Allah SWT dalam QS Alqashas [28] ayat 78.
Orang-orang yang tidak beriman, sangat menginginkan harta Qorun. Mereka iri dengan kekayaan yang dimiliki Qorun. Sementara orang-orang yang beriman, tidak terpengaruh sedikit pun. Mereka sudah merasa cukup dengan apa yang telah Allah SWT takdirkan untuk mereka.
Nabi Musa As sering kali memperingatkan Qorun untuk beriman kepada Allah SWT. Tetapi Qorun tetap membangkang. Bahkan Qorun memfitnah Nabi Musa As. Namun atas izin Allah SWT, fitnah itu terungkap dan pelakunya adalah Qorun.
Qorun tak menyesali perbuatannya. Ia pun tak meminta maaf kepada Nabi Musa As. Qorun tetaplah Qorun. Qorun yang tamak. Hingga Allah SWT membelah bumi-Nya tepat di bawah rumah tinggal Qorun. Qorun pun tenggelam ke dalam perut bumi bersama seluruh harta kekayaannya.
”Maka, kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka, tidak ada suatu golongan pun yang dapat menolongnya dari azab Allah.” (QS Al Qashas [28]: 81).*

Itulah beberapa contoh dongeng anak sebelum tidur.