Macam – Macam Jenis Majas Beserta Contoh Kalimatnya

Berbincang tentu adalah sebuah kegiatan yang biasa kita lakukan. Dalam melakukan perbincangan tidak jarang kita selalu menggunakan sebuah kata perumpamaan agar kalimat yang kita ucapkan terdengar lebih indah, menarik atau berbobot.

Nah, perumpamaan semacam inilah yang kita sebut sebagai majas. Dalam bahasa Indonesia, majas memiliki pengertian berupa pemanfaatan kekayaan bahasa dengan menggunakan kata kiasan atau perumpaan dalam sebuah gaya bahasa baik lisan atau tulisan yang bertujuan untuk membuat kalimat yang diucapkan menjadi semakin indah dan berbobot.

Majas umumnya digunakan dalam sebuah karya sastra seperti puisi. Namun, seiring berkembangnya zaman, majas kini mulai sering digunakan bahkan dalam perbincangan sehari – hari. Apa saja jenis majas yang umum digunakan serta contoh pemakaiannya? Berikut penjelasan lebih rinci untuk Anda.

Majas Personifikasi

macam-macam-jenis-majas-beserta-contoh-kalimatnya

Majas yang mengungkapkan seolah – olah suatu benda mati dapat bertindak seperti manusia.

Contoh 1 : Awan mulai menangis malam ini.

Contoh 2 : Bulan tampak berseri  malam ini.

Penjelasan : Awan bukanlah manusia, namun pada kalimat tersebut awan dapat “menangis” seolah – olah ia adalah manusia, padahal menangis yang dimaksud merupakan kata kiasan yang menggantikan kata “hujan” sebagai kata sebenarnya.

Majas Metafora

Majas yang digunakan untuk membandingkan benda satu dengan benda lain yang sifatnya hampir sama tanpa menggunakan kata perbandingan.

Contoh 1 : Raja Hutan mulai mencari mangsanya.

Contoh 2 : Dian adalah seorang kutu buku.

Penjelasan : Kata “raja hutan” dan “kutu buku” merupakan kata kiasan yang digunakan untuk membandingkan kata sebenarnya yang memiliki sifat hampir sama yakni “Singa” dan “Gemar membaca”.

Majas Alegori

Majas yang menggunakan kalimat lain sebagai perbandingan secara utuh.

Contoh : Hidup adalah sebuah perjalanan panjang dan berliku dimana banyak batu kerikil yang akan menjadi rintangan serta banyak persimpangan jalan yang membuatmu harus memilih.

Penjelasan : kalimat diatas merupakan perbandingan utuh dari kalimat sebenarnya yang ingin mengungkapkan bahwa hidup itu sulit, banyak tantangan dan penuh pilihan.

Majas Pars Pro Toto

Majas yang menggunakan sebagian objek untuk menunjukan keseluruhan objek.

Contoh 1: Kemana saja kamu, sejak kemarin batang hidungmu tidak kelihatan.

Contoh 2 : Karena tak mampu membayar cicilan rumah, Andi dan Ibunya harus angkat kaki besok.

Penjelasan : kata “batang hidung” dan “angkat kaki” bukan dimaksudkan untuk menunjukan hidung atau kakinya saja, melainkan seluruh anggota tubuh.

Majas Totum Pro Parte

Kebalikan dari pars pro toto, majas ini menggunakan keselurahan objek untuk menunjukan sebagian objeknya saja.

Contoh 1 : Indonesia berhasil memenangkan Thomas Cup.

Contoh 2 : Rakyat Indonesia memenuhi stadion Gelora Bung Karno.

Penjelasan kata Indonesia dan Rakyat Indonesia tidak menunjuk 100% seluruh warga Indonesia melainkan hanya atlet (pada contoh pertama) dan pengunjung (pada contoh kedua) saja.

Majas Litotes

Majas yang menggunakan gaya bahasa merendah untuk menyatakan sesuatu, kebalikan dari majas hiperbola.

Contoh 1 : Bantuan ini sangat tidak seberapa.

Contoh 2 : Yah, di gubuk inilah kami tinggal selama ini.

Penjelasan : Kata “seberapa” menunjukan bahwa sebanyak bantuan apapun yang diberikan si pemberi bantuan tetap merendah. Gubuk juga tidak menunjukan wujud gubuk sesungguhnya melainkan sebuah rumah.

Majas Simile

Majas yang menggunakan kata perbandingan untuk membandingkan satu dengan yang lainnya yang dirasa hampir sama. Kata perbandingan biasanya berupa ; seperti, ibarat, laksana, bagaikan dan lainnya.

Contoh : Sinar matamu bagaikan cahaya rembulan di malam hari.

Majas Sinestesia

Majas yang digunakan untuk mengungkapkan suatu rasa yang biasanya dirasakan oleh indra lainnya.

Contoh 1 : Malang betul nasib gadis manis itu.

Contoh 2 : Suaranya sangat lembut.

Penjelasan : kata manis dan lembut biasanya dirasakan oleh indra pengecap dan peraba. Namun dalam contoh pertama manis dirasakan oleh mata, sedangkan lembut dirasakan oleh telinga.